Me and mountains

Sabtu, 11 Januari 2014

Gunung Papandayan ..... diakhir tahun 2013

Akhirnya pendakian ke Papandayan dapat terealisir walau dengan 6 peserta  yaitu  Astreen , Ester dan Jono, Akiang dan Apeng  serta saya  sendiri . 

TEAM PAPANDAYAN


Gunung Papandayan adalah  gunung api yang terletak di Kabupaten Garut , Jawa Barat  tepatnya di Kecamatan Cisurupan . Gunung dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung .

Rencana awalnya  menggunakan angkutan umum ke Garut tetapi akhirnya diputuskan  untuk menggunakan kendaraan Pribadi sdr Apeng  … kita cukup sharing bensin  dan tol aja .....Senangnya tidak jadi bersusah payah mengejar Bus ke kampung rambutan malam hari  . 

Meeting point ditentukan dilobby apartemen Mediterania  sabtu pagi hari pukul 04.00 wib .Setelah seluruh peserta kumpul kira2 pukul 05.00  , kami segera berangkat dan tiba di garut kira2 pukul 10.00 wib …. Sarapan dan langsung menuju menuju Cijulang dan  dipertigaan cisurupan ambil jalan yang lurus jangan berbelok kekiri , sebagai patokan di pertigaan cisarupan ini ada plang selamat datang di Gunung papandayan .
Dari pertigaan menuju plataran parkir di kaki gunung papandayan jalanan sangat rusak dan tidak direkomendasikan menggunakan kendaraan pribadi , kita dapat menggunakan ojek atau sewa pickup yang dapat mengantar kita ke plataran parkir tepat dikaki Gunung Papandayan , Tetapi kita tetap menggunakan kendaraan pribadi walau akhirnya ditengah jalan tetap dibantu supir setempat yang mengerti bagaimana mengatasi medan  tersebut.


Tiba di plataran parkiran kira2 pukul 11 .00 . plataran parkiran yang cukup luas banyak terdapat warung-warung yang menjual makanan.
Dari parkiran kita dapat langsung melihat Gunung Papandayan yang cantik .setelah dilakukan packing ulang dan  kami bersepakat menggunakan 3 porter  Dedi dan 2 saudara laki2nya (Dedi 081999686257 ).
Pada Gunung Papandayan, terdapat beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya. trek lumayan curam dan berbukit .
Trek awal yaitu trek  menuju pondok seladah , yaitu tempat kami akan bermalam . dalam perjalanan kami disuguhkan dengan kawah Papandayan yang sangat mempesona dengan tebing-tebing tinggi yang luar biasa …. Hanya dalam trek ini agak tergagnggu dengan bau belerang yang keluar dari kawah2 yang kita lalui jadi jika ingin ke Papandayan  Jangan lupa membawa masker .Untung saya selalu membawa Buff .... tutup kepala yang mempunyai multi fungsi.

Setelah  melintas kawah diusulkan oleh porter agar kita melalui  jalan  pintas  yang sedikit terjal mengingat cuaca yang mulai gerimis  sehingga diharapkan tiba di seladah masih cerah . mendekati pondok seladah  kita sempat diguyur hujan dan tiba di lokasi camping pukul  15.45 wib ….. porter dengan cekatan mendirikan tenda ……waktunya makan … ngupi … ganti baju dan beristirahat ……….. Ternyata menjadi malam yang panjang ..…kita hanya bisa didalam tenda  karena hujan  yang tiada henti sepanjang malam dan baru besok pagi kita berencana ke Tegal alun .

Pagi hari kira2 pukul 6 setelah sarapan ringan kami mulai bersiap ke Tegal alun 2 porter tetap dilokasi menunggu di tenda ,.kami sedikit memutar melewati hutan mati dan trek yang cukup terjal  dan licin  kemudian  jalanan setapak  yang mulai datar  mendekati tegal  Alun ,  kira-kira 30 menit kami tiba di Tegal Alun  yang merupakan merupakan tempat dengan ratusan pohon abadi Edelweis  info dari porter kami sebelumnya eidelweis ini lebih banyak dari sekarang . 


Menuju Tegal Alun


Waktu kami isi dengan berfoto ria , Ester, astreen dan akiang membawa topi sinterklass ….. ide yang baik, kami pun beraksi yesssssssssss … teringat aku sahabat2 baikku dan akupun meminjamnya untuk para sahabatku 

Aku dan astreen berniat menggapai puncak tetapi mengingat cuaca tidak begitu bersahabat dan teman yang lain terlihat tidak berselera maka niat kami dibatalkan … mungkin lain kali saja . Keindahan tegal alun dengan ladang edelweisnya sudah memuaskan kami  setelah  hampir 1 jam 30 menit  kami  segera berjalan kembali ke pondok seladah

BERMAIN DI LADANG EDELWEIS TEGAL ALUN



Perjalanan  kembali menuju pondok seladah tidak terasa melelahkan karena pemandangan yang sangat indah  dan teman berjalan yang tidak membosankan dengan celoteh2 lucu nya. Kami melewati hutan mati  dan dapat melihat area camping  pondok seladah …. Kurang lebih 45 menit perjalanan santai  dan berfoto ria kami tiba di pondok seladah … waktunya makan enak dan makan banyak

Perjalanan menuju pondok seladah dari Tegal Alun 


Pondok seladah 

Setelah makan enak dan banyak  kita packing kembali untuk menuruni bukit menuju plataran parkir … kira2 pukul 10.15 perjalanan turun dimulai jalan yang kami tempuh berbeda dengan jalan waktu kita naik …. Melewati hutan bukit nan hijau dan kawah yang tak henti mengeluarkan asap belerang… baru kali ini kami  dapat bermain di kawah yang luar biasa Indah  dan sempat menggunakan belerang untuk masker yang katanya bisa awet muda ....Amin 
Trek dari Pondok seladah menuju Plataran Parkir
Keindahan tebing kadang tertutup kabut … bermain dan berfoto ria diarea kawah membuat kami lupa …hampr 3 jam kami diarea tersebut dan pukul 13.30 kami tiba di parkiran
Mendekati Parkiran 

….. setelah berganti pakaian di rumah Dedy di pertgaan cisurupan kami meninggalkan garut dan tidak lupa makan malam dan  dan membeli oleh2 chocodot 




….. akan kembali untuk Guntur dan Cikuray


  

Minggu, 05 Januari 2014

Gunung Tambora ........Caldera terbesar dan Terindah

Gunung Tambora (atau Tomboro) dengan ketinggian 2850 mdpl adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di pulau Sumbawa, Indonesia . Gunung ini terletak di dua kabupaten , yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut, dan Kabupaten Bima bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara), Provinsi Nusa Tenggara Barat , tepatnya pada 8°15' LS dan 118° BT.

Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815  ketika meletus dalam skala tujuh. Ketinggian sebelum meletus mencapai 4300 mdpl.  Letusan tersebut menjadi letusan tebesar.  Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu Vulkanik jatuh di Kalimantan , Sulawesi , Jawa dan Maluku . Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut. Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya 1816 sering disebut sebagai Tahun tanpa Musim Panas Karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen  yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara  yang menyebabkan terjadinya kelaparan  terburuk pada abad ke-19 (Sumber Wikipidea)
Tepat tanggal  12 Agustus 2013 , 4 hari setelah merayakan hari raya Idul Fitri  1 syawal 1433 H . saya berankat ke Lombok dengan pesawat Lion  air jam 05.00 pagi  dan Tiba di terminal lombok International  pukul 08.00 waktu setempat (Biaya pesawat pp sekitar 1.6 juta).... dengan menggunak Bus Damri dengan biaya 20.000 menuju terminal sawete dan dilanjutkan  dengan bluebird taxi yang dengan ramah mengantar saya ke tempat kost dimana Kohar singgah  ,   kami harus  menunggu  salah satu teman yang masih dalam perjalanan dari Surabaya (lewat darat ) karena tertinggal pesawat akibat terlambat datang saat check in.
Team Tambora terdiri dari Ko-Har  seorang arsitektur yang berasal dari Padang  yang saat ini sedang mencari peruntungan di Bali . Yang kedua Novia dari Jakarta  seorang pegawai swasta berangkat dari jakarta pada tanggal 10 Agustus 2013 dengan KA menuju  Surabaya dan lanjut ke Lombok dengan pesawat . satu lagi Firman dari Jakarta  yang saat itu berada di surabaya dan langsung ke Bima dan kami akan bertemu di Dompu .
Kami sepakat bertemu Novia di mandalika terminal  pada pukul 2 siang ,  Dengan Bus Langeng Prima dan biaya 180.000 perorang menuju Dompu . Kondisi Terminal sangat memprihatinkan karena ulah calo yang terus memaksa kami untuk menumpangi Bus yang membayar mereka , jadi disarankan jika ingin ke Tambora sebaiknya langsung ke Bima
Kurang lebih 10- 11 jam perjalanan menuju Dompu , tanggal 13 Agustus Tepat pukul 4 pagi kami tiba didompu kami turun di Polres Sawete , disana sudah menunggu Firman dan teman2 kami di dompu saudara Edhi dan Boe . Kami singgah di Wisma Ruka wanga  jl Syekh Muhammad  yang tepat berada didepan kantor Polres Dompu . Biaya permalam 70.000 dengan kamar mandi dalam dan kasur twin ..... direkomendasikan .

Alhamdullilah kami sempat beristirahat 2 jam , dan harus bersiap2 karena bus ke Pancasila sekitar jam 11 pagi , kita masih harus cari logistik dan sarapan .
Kami berempat menuju rumah tinggal sdr Edhi  dengan dijemput edhy dan Boe , dengan biaya 10.000 untuk ojek , seharusnya cukup 5000 karena dompu adalah  kabupaten yang tidak luas jadi seharusnya kemana2 hanya 5000, dari rumah Eddy dompu kami bersama2 ke pasar setempat untuk belanja logistik ..... 
Dilanjutkan sarapan  dirumah  Eddy yang telah disiapkan .... makasih Eddy ...kami dimanjakan dengan masakan  dari kakak iparnya yang berasal dari padang , kami sempat bercakap-cakap tentang beberapa tempat wisata di dompu, calabay dan pancasila sambil diperlihatn foto2 yang luar biasa menarik sampai kita bingung mau kemana setelah pendakian Tambora .... tapi belum berani memutuskan karena pendakian belum dimulai.




Diinfokan bahwa kendaraan ke pancasila yang pukul 11.00 ditiadakan dan akan ada pukul 2 siang , setelah sarapan kami kembali ke penginapan .... jam 2 kurang !5 menit kami berangkat ke terminal diantar Eddy dompu , Boe dan teman2 nya .... Bus yang mengangkut kami seukuran metromini atau ¾ sudah penuh sesak melebihi kapasitas seharusnya mungkin  over load 100 %  ... hanya dapat menampung 2 dari kami didalam dan 2 terpaksa diatas bus (maaf ya Firman dan Kohar ), kami pun didalam tidak duduk dengan nyaman bus diisi didalam 2 kali dari kapasitas max , tapi apa boleh buat hanya itu kendaraan yang ada.

Membutuhkan waktu 4 jam kami tiba di pancasila , dalam perjalanan menuju calabay – pancasila , kami  dihidangkan pemandangan savana yang luar biasa terdapat banyak sapi/banteng yang berkeliaran .... sayang bus yang kami tumpangi tidak terlalu nyaman  dan karena beban yg terlalu berat ditengah perjalanan ban harus diganti karena pecah rupanya sudah pekerjaan rutin mengganti ban
Jam 7 malam tiba di pancasila ketemu dengan bossnya pancasila – tambora Bapak saiful atau  biasa dipanggil Ipul , dirumahnya disiapkan beberapa kamar untuk pendaki yang ingin bermalam  , beberapa logistik untuk pendakian pun dapat dibeli disini dan  registrasi untuk pendakian .... untuk penginapan biaya 1 hari 100 000  sedangkan untuk registrasi biaya 10.000/orang .





Tanggal 14 Agustus , Pagi hari jam 08.30 kami  dengan 2 potter (biaya potter 350 ribu untuk 2 hari)  menuju pintu rimba kira2 15-20 m3nit dari desa pancasila menggunakan ojek dengan biaya 30 ribu /orang .... cukup jauh , berliku dan turun naik dan trek ini hanya bisa dilalui  motor trail .




Saiful atau Ipul  -  Rumahnya digunakan sebagai camp dan tempat pendaftaran

Team Padadang 





Ojek yang mengantar hingga pintu rimba

Perjalanan  santai  dimulai dari pintu rimba ke pos 1 cukup landai dan ditempuh dalam waktu 2 jam.... begitu juga ke pos 2 dapat ditempuh dalam  waktu 2 jam  juga . menuju pos 3 jalanan cukup menanjak dan menjelang pos 3 daun jelatang sudah dapat ditemukan . (Jelatang  adalah sejenis tumbuhan yang daunnya berbulu (miang) yang dapat menyebabkan gatal dan panas pada kulit jika bersentuhan. Tumbuhan ini memiliki beberapa jenis , ada yang berbatang , tingginya sekitar 10 cm sampai 1 meter lebih , ada yang berdaun keci; dan ada juga yang berdaun lebar )

Jelantang 

Perjalanan kami yang santai dan kadang beberapa kali harus beristirahat untuk minum dan makan  makanan kecil  sehingga baru pukul 16.30 kami tiba di pos 3 . Post 3 tempat yang cukup luas bisa 4 – 5 tenda didirikan disini , kami  mendirikan tenda dan beristirahat , makanan yang kami bawa dari bawah serta teri kami lahap  habis  dan minuman hangat  menghangatkan perut kami ..........................waktunya beristirahat.

Pos 1 - Hingga Pos 3


Tanggal 15 Agustus 2013 Jam 01 pagi kami bersiap siap untuk summit attack ...setelah makan cereal hangat seperti biasanya dan bekal secukupnya kami berangkat  terasa kantuk tetapi waktu summit attack adalah waktu yang menggairahkan sehingga kantu dan capai terasa hilang .
Pos 4 dapat dicapai walam waktu 40 menit ...walau  treck cukup menanjak , perjalanan lanjut ke pos 5 yang ditempuh cukup lama yaitu 1 jam 45 menit .... kami harus berhati2 karena disini banyak jelatang dan saya pun dapat  kesempatan merasakan perihnya  dan panasnya jelatang ... walaupun Cuma jempol tp lumayan  lah . pukul 03.12 kami tiba di pos 5 .... perjalanan menuju puncak  sangat melelahkan , treck yang terjal , pasir dan batuan yang membuat  kaki kami tergelincir  dan  hawa dingin  yang mengigit , terjalnya treck dan serangan rasa kantuk   , tapi rasa bahagia mulai menyelusuri  darah dan emosi saya sehingga semangat melangkah terus tidak berhenti .... sayang teman saya Kohar mengalami masalah lutut sehingga langkahnya melambat dan Novia juga terserang kantuk yang luar biasa. Lambanya jalan mereka membuat saya terserang hawa dingin yang tidak saya sukai dan akan membuat saya tidak berdaya , maka diputuskan poter yang ikut summit dapat menemani kohar dan novia yang melangkah perlahan , sedangkan saya dan firman melanjutkan langkah kami menuju puncak .


Menuju Puncak

Sunrise di tebing menuju puncak  Emosi  saya meluap dan kebahagian yang luar biasa saat kaki yang sudah mulai menua kini telah mendekati Caldera ..... tak henti saya berdecak mengucapkan syukur kehadapan Allah SWT atas kesempatan yang diberikan ....... Allahuakbar .... saya dan firman terus berdecak kagum dan mengambil beberapa foto .... tapi foto di hati saya tak akan tergantikan  caldera terbesar dan terindah ada didepan mata dan sebentar lagi puncak Tambora ada di bawah kaki saya ..... Subhanallah 

Tiba dipuncak pukul 7.20 pagi , jadi kira2 6 jam lebih perjalanan kami .... .......... caldera tambora membayar semua upaya kami dan rasa syukur kehadirat Allah SWT karena diberi kesempatan menyaksikan indahnya alam tambora satu jam berikutnya kohars dan novia menyusul walau dengan tertatih-tatih mereka dengan semangat yang luar biasa dapat menggapai puncak....kebahagian kita lengkap ..... Dapat Menikmati caldera tambora yany luar biasa adalah suatu anugrah yang dari Nya ....setelah bermain hampir 1 jam waktunya untuk turun karena target kami hari ini sudah tiba di pancasila tak perduli malam

Yessss ..... We are On Top

Meninggalkan caldera dan indahnya lereng membuat saya sedih karena harus meninggal kan panoram yang sangat indah .   Novia dan poter berjalan dahulu . saya, firman dan kohar berjalan dibelakang , kohar dengankaki yang bermasalah membuat lambatnya langkah kita .... Tp kita menikmati setiap langkah sambil bernyanyi pa dadang...pa dadang lagu raja yg ngetop beberapa tahun silam hingga group kita dinamakan group pa dadang ....kami terus menyusuri jalan dan kira-kira pukul  2 siang ..... Tiba di pos 3, kami punya waktu untuk beristirahat dan makan siang .... Novia yang terus terserang kantuk langsung geletak dan tertidur  dan seperti biasa Novia selalu tidak bisa berselera makan
Sekitar pukul  4 sore kami bergegas meninggalkan pos 3 , kondisi pos 3 sudah rame sekali banyaknya pendaki yang siap mengadakan acara 17 an di puncak .... puluhan dan lanjut ratusan  . Pos 5 , 4 dan 3 sudah dipenuhi tenda dan saat menuruni ke pos 2 dan pos 1 hal yang sama terjadi dan masih banyak pendaki yg terus berdatangan  sebagian besar penduduk calabay  mulai anak – anak sampai orang tua pun ada ..... diwajahnya terlihat kebahagiaan .... inilah saat yang ditunggu-tunggu bagi mereka untuk berbagi dan merayakannyakemerdekaan indonesia  bersama.
Menjelang malam  kami tiba di pos 1 yang rame dengan pendaki.... kantuk yang luar biasa menyerang kami dan kami tertidur  setelah mendapat sedikit tempat diantara pendaki.... kurang lebih  20 menit beristirahat perjalanan di lanjutkan ..... Firman dan seorang potter jalan lebih awal .... saya , Kohar , Novia dan seorang potter jalan perlahan  dimalam hari mengingat kaki Kohar yang bermasalah dan  .... Novia yang  lelah dan mengantuk  akhirnya perjalananan tidak bisa dilanjutkan  dan kami bermalam di jalan menuju pintu rimba  ..... kami terpaksa tidur di jalan ...... kami beristirahat lebih dari 1 jam  pagi pun dilanjutkan  dan jam 5 pagi kami tiba di pintu rimba .....

Turun Gunung


Firman sudah diantar ke desa pancasila dan hanya ada 2motor ,saya menunggu mereka mengantar Kohar dan Novia sementara saya mempunyai waktu untuk melihat pure bali yang berada +/- 300 meter dari pintu rimba .

Setelah pendakian Tambora , perjalanan dilanjutkan  untuk explore satonda , berenang di laut calabay , pendakian bukit Puma  walau Gagal mencapai puncak, kesempatan lihat pacao jara (balap kuda  dimana joki nya anak anak 5 – 10 tahun, di desa Lepadi kecamatan pajo , dan pantai Lakey salah satu surga bagi para perselancar .
Saya , Kohar dan Novia kembali ke Lombok tanggal 18 Agustus 2013 karena mengejar pesawat dari mataram pukul 5.55 sore , sedangkan Firman akan melanjutkan perjalanan  ke sulawesi dimana teman2nya sudah menunggu .... see you friends for next trip


TAMBORA .... I WILL BE THERE  IN 2015